0

FGD Ormas UMKMK

copy IMGL9531   Jakarta, 29 April 2014 – Kehadiran Undang-Undang Nomor 17 tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menyiratkan sinyal positif bagi aktivitas Ormas dalam menjalankan peran dan fungsinya dalam memberdayakan masyarakat. Untuk dapat memberdayakan masyarakat, Ormas terlebih dahulu dituntut untuk memberdayakan dirinya sendiri.

Begitu pentingnya pemberdayaan bagi Ormas, Pusat Pengkajian Politik dan Pengembangan Masyarakat (P4M) Universitas Nasional didukung penuh oleh Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Ditjen Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dalam upaya penilaian kebutuhan (need assessment) untuk merumuskan strategi yang paling tepat dalam upaya melakukan pemberdayaann Ormas.

Kegiatan tersebut telah diselenggarakan pada hari Selasa, 29 April 2014 bertempat di ruang seminar selasar lt.3 Universitas Nasional Jakarta. Hadir pada kegiatan tersebut beberapa Ormas, terutama yang berasal dari para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK), yaitu: Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Asosiasi Usaha Mikro Indonesia, Himpunan Pengrajin Kayu Indonesia, Asosiasi Usaha Warnet se-Jakarta, Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTI), Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia, dan Asosiasi Pengusaha Batu Permata. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum P4M Universitas Nasional, Dr. Diana Fawzia, MA, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Prof Dr. Ernawati Sinaga, MS,Apt dan juga Kasubdit Ormas Ditjen Kesbangpol Drs. Bahtiar, M.Si.

Dari hasil diskusi tersebut didapatkan beberapa fakta bahwa kondisi ormas UMKMK tidak jauh berbeda dengan ormas pada umumnya yang memiliki kelemahan dalam bidang manajerial organisasi, kualitas sumber daya manusia dan juga kemandirian finansial. Secara kuantitas, ormas memiliki jumlah SDM anggota/ calon anggota yang cukup tinggi, seperti anggota pedagang di APPSI. Namun secara kualitas, tingkat pendidikan dan pengetahuan, terutama tentang berorganisasi, masih rendah. Untuk segi pendanaan, umumnya ormas mendasarkan pada iuran anggota. Walaupun pada praktiknya sangat sulit mengutip dari anggota. Dalam praktiknya banyak ormas yang menggantungkan sumber dana dari bapak asuh.

Seluruh data dan temuan dari hasil diskusi tersebut, kemudian akan diolah dan dianalisis oleh tim P4M Universitas Nasional hingga menjadi rumusan model pemberdayaan bagi ormas di Indonesia. ###

 

Related Posts

Nursatyo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *